Jumat, 04 April 2014

Praktikum Analisis Perencanaan Kebutuhan SDM

Merancancang Standar Kebutuhan Sumber Daya Manusia.
Proses Perencanaan SDM
Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola.
Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut. Berikut Prosedur perencanaan SDM :
ü  Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
ü  Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
ü  Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
ü  Menetapkan beberapa alternative.
ü  Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
ü  Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.

Metode Perencanaan SDM dikenal atas metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan.
Metode ilmiah diartikan bahwa Perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya. Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.

Aktivitas Perencanaan Tenaga Kerja.
Kebutuhan Tenaga Kerja
Untuk dapat menentukan kebutuhan tenaga kerja pada masa depan, maka pertama-tama harus dapat ditentukan rencana strategis perusahaan dan perkiraan tingkat kegiatan masa yang akan datang. Ada 4 cara memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, yaitu :
ü  Penilaian manajerial.
ü  Analisa rasio kecenderungan.
ü  Work study.
ü  Analisa keterampilan dan keahlian
Penilaian manajerial merupakan metode yang paling umum. Dengan metode ini dipikirkan perkembangan dan beban masa datang, selanjutnya diputuskan berapa banyak serta jenis orang yang akan dibutuhkan. Cara ini merupakan dasar petunjuk praktis mengenai hubungan antara tingkat kegiatan dan kebutuhan akan orang, ditambah penilaian tentang pengaruh teknologi dan perkembangan lain dalam kebutuhan tenaga kerja.
Suplai Tenaga Kerja, Suplai tenaga kerja dapat ditentukan melalui perkiraan suplai internal dan perkiraan suplai eksternal. Perkiraan suplai tenaga kerja yang mungkin akan tersedia di dalam perusahaan akan suplai internal dapat diperkirakan berdasarkan pada :
ü  Analisa sumber daya yang ada.
ü  Analisa pemborosan.
ü  Penilaian perubahan dalam kondisi keja dan absensi.
ü  Perkiraan hasil program pelatihan
Berdasarkan kedua hal tersebut, yaitu perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan perkiraan suplai tenaga kerja dapatlah ditetapkan jumlah tenaga kerja yang akan diterima selanjutnya untuk masa yang akan datang. Jadi untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja masa yang akan datang, dapat dilakukan dengan mengadakan rekapitulasi antara kebutuhan dan suplai. Misalnya untuk menetukan kebutuhan tenaga kerja untuk tahun yang akan datang, diperbandingkan antara kebutuhan dan suplai pada tahun yang bersangkutan
Pengendalian dan pengevaluasian Perencanaan SDM
Tujuan pengendalian dan evaluasi perencanaan SDM adalah untuk mengarahkan aktivitas perencanaan SDM, menentukan penyimpangan dari rencana beserta sebabnya. Audit SDM merupakan tindak lanjut dari realisasi perencanaan-perencanaan yang telah dilakukan
Tujuan audit SDM:
a.       Untuk mengetahui apakah pelaksanaan dan hasil kerja karyawan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.      Untuk mengetahui apakah semua karyawan dapat menyelesaikan job description-nya dengan baik dan tepat waktu.
c.       Sebagai pedoman menentukan besarnya balas jasa kepada setiap karyawan.
d.      Sebagai dasar pertimbangan pemberian pujian (reward) atau hukuman (punishment) dan juga tekanan (pressure) kepada setiap karyawan.
e.       Sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan mutasi vertical (promosi atau demosi), horizontal, dan atau alih tugas bagi karyawan.
f.       Untuk memotivasi peningkatan semangat kerja, prestasi kerja, dan kedisiplian karyawan.
Jika Perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
a.       Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
b.      Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
c.       Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
d.      Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang. Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Tantangan yang dihadapi oleh manajemen saat melakukan perencanaan SDM
Tantangan yang dihadapi oleh manajemen saat melakukan perencanaan SDM adalah:
1.      Mempertahankan keunggulan kompetitif.
2.      Mendukung keseluruhan strategi bisnis.
3.      Menghindari konsentrasi berlebihan pada masalah harian.
4.      Menyusun strategi SDM yang sesuai dengan karakteristik unik perusahaan.
5.      Mengatasi perubahan lingkungan.
6.      Menyita komitmen manajemen.
7.      Menjabarkan rencana strategi ke dalam tindakan.
Dalam melakukan perencanaan SDM juga di temui kendala – kendala sebagai berikut :
ü  Standar kemampuan SDM
Standar kemampuan SDM yang pasti belum ada, akibatnya informasi kemampuan SDM hanya berdasarkan ramalan-ramalan (prediksi) saja yang sifatnya subjektif. Hal ini menjadi kendala yang serius dalam Perencanaan SDM untuk menghitung potensi SDM secara pasti.
ü  Manusia (SDM) sebagai Mahluk Hidup
Manusia sebagai mahluk hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin. Hal ini menjadi kendala Perencanaan SDM, karena itu sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam rencana. Misalnya, ia mampu tapi kurang mau melepaskan kemampuannya.
ü  Situasi SDM
Persediaan, mutu, dan penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan. Hal ini menjadi kendala proses Perencanaan SDM yang baik dan benar.
ü  Kebijaksanaan Perburuhan Pemerintah
Kebijaksanaan perburuhan pemerintah, seperti kompensasi, jenis kelamin, WNA, dan kendala lain dalam Perencanaan SDM untuk membuat rencana yang baik dan tepat.
Teknik analisa kebutuhan SDM meliputi perkiraan jangka pendek dan jangka  panjang. Yang membedakan kedua pendekatan tsb adalah:
       I.            Perkiraan Jangka Pendek.
Analisis anggaran.
Besar kecilnya anggaran akan menentukan berapa jumlah, tipe dan kualitas karyawan yang diperlukan. Anggaran mewakili rencana kegiatan bisnis masa datang yang mencakup sumber daya keuangan dan modal serta kebutuhan SDM. Dari data anggaran dan eksplorasi perubahan persediaan karyawan, dapat dilakukan estimasi terhadap kebutuhan SDM jangka pendek. Sebagai contoh, dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan seorang manager dapat menentukan kebutuhan staf mereka. Misalnya, ditugaskan tiga orang teknisi untuk setiap penyelia perbaikan mesin dan dua karyawan penjualan pada setiap pengelola anggran.
Analisis beban kerja (workload).
Beban kerja seseorang ditentukan dalam bentuk standar kerja perusahaan menurut jenis pekerjaannya. Kebutuhan SDM (contoh) dihitung dengan mengidentifikasi seberapa banyak output perusahaan pada divisi tertentu yang ingin dicapai dalam bentuk lamanya karyawan untuk mencapai output tsb. Disitu akan terlihat pada jenis pekerjaan mana saja pengurangan dan penambahan karyawan.Dengan kata lain, kebutuhan perusahan akan SDM merupakan derivasi dari permintaan pasar akan komoditi bersangkutan. Semakin tinggi permintaan pasar terhadap komoditi tertentu, perusahaan akan segera memenuhinya dengan meningkatkan produksinya.Sejalan dengan itu jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan semakin banyak.

Analisis struktur perusahaan.
Struktur dalam sebuah perusahaan bisa berbentuk ramping atau  gemuk, sangat tergantung pada skala usaha dan jaringan binis dan jenis usaha bisnis itu sendiri. Perubahan struktur mungkin terjadi sangat terkait dengan perubahan kapasitas produksi, persaingan pasar, teknologi, dan sebaran jumlah karyawan. Jika struktur perusahaan disetiap lini lebih bersifat padat modal, maka semakin ramping struktur perusahaan dan semakin sedikit jumlah karyawan yang direkrut.
    II.             Perkiraan Jangka Panjang

Analisis permintaan unit.
Merupakan pendekatan bawah-atas. Disini para penyelia diberi wewenang untuk memperkirakan jumlahkaryawan yang dibutuhkan distiap unit untuk periode tertentu. Perkiraan tsb kemuadian dibawa keatasan (manajer). Setiap manajer harus mampu mengoreksi estimasi tsb dengan syarat mengetahui setiap jenis kegiatan bisnis apa dimasa datang dan berapa perubahan jumlah karyawan yang dibutuhkan sejalan dengan perubahan ekspansi produksi dan pemasaran produk.

Analisis permintaan keorganisasian.
Teknik permintaan keorganisasian merupakan pendekatan atas-bawah. Disini manjemen puncak membuat keputusan tentang jumlah karyawan yang dibutuhkan dimasa datang menurut berbagai kategori pekerjaan, posisi dan jabatan setiap karyawan. Estimasi kebutuhan  didasarkan  untuk memenuhi misi dan tujuan  dalam rencana startegis perusahaan, termasuk sasaran pencapaian tingkat pertumbuhan, produk baru dan segmen pasar baru dengan dukungan informasi yang akurat dan lengkap. Misalnya karena ada perkembangan generasi komputer yang baru maka tenaga operator dan programer disetipa lini perlu dilipatgandakan. Kemudian manajemen puncak tinggal memerintahkan pada bawahan untuk melaksanakannya.
Pendapat pakar.
Para ahli sangat dibutuhkan perusahaan untuk memperkirakan kebutuhan SDM apabila perusahaan tidak memiliki personalia yang kualifaid. Para pakar tsb diminta untuk memperkirakan kebutuhan karyawan.

Analisis Trend.
Teknik kebutuhan SDM yang paling sederhana adalah ekstrapolasi dan indeksasi. Teknik ekstrapolasi mendasar  pada tingkat perubahan masa lalu. Sementara itu teknik indeksasi menandai tingkat perkembangan karyawan dengan indeks.Misalnya, secara klasik untuk setiap sepuluh juta rupiah kenaikan penjualan, departemen produksi memerlukan tambahan karyawan sebanyak lima orang lagi.

Analisis statistic.
Persamaan regresi : Y = a + bX + E, dimana Y = produksi  X = tenaga kerja   a =  intersep   E = eror. Misalnya, jika b = 0,75 artinya setiap 1% kenaikan jumlah tenaga kerja akan meningkatkan produksi sebanyak 0,75%. Dari sini dapat diproyeksikan berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan jika perusahaan akan mengekspansi produksinya, ceterisparibus.

Analisis bagan penempatan.
Bagan penempatan adalah suatu penyajian visual siapa yang akan menggantikan siapa dalam peristiwa pengisian lowongan jabatan. Menurut Handoko informasi untuk penyusunan berasal dari hasil inventarisasi atau sistem SDM. Didalam bagan tidak terdapat data tentang semua karyawan.

Analisis Markov.
Asumsi yang digunakan dalam analisis ini yaitui :
ü  Karyawan bisa pendah tempat.
ü  Naik pangkat.
ü  Turun pangkat.
ü  Keluiar.
ü  Mengubah perilaku dan potensi individual mereka.
Menurut Handoko, pola perpindahan aliran personalia semakin menjadi perhatian para perencana SDM, dengan asumsi hanya terdapat lima pergeseran yang mungkin terjadi.
Peramalan Kebutuhan SDM
Kebutuhan atau permintaan SDM dimasa yang akan datang merupakan titik utama kegiatan perencanaan SDM. Hampir semua organisasi harus membuat prediksi atau perkiraankebutuhanSDMnya dimasa datang. Untuk itu perlu identifikasi berbagai tantangan yang mempengaruhi kebutuhan SDM tersebut.
Prakiraan kebutuhan (Needs Forcasting) secara garis besar terbagi atas 4 kelompok yaitu:
A.    Kondisi Eksternal yang meliputi:
1.      Ekonomi dan Sosial Politik.
2.      Undang-­undang dan Peraturan Pemerintah.
3.      Penduduk dan Angkata Kerja.
4.      Pasar dan Angkatan Kerja.
5.      Perkembangan Teknologi Kelima kondisi eksternal diatas mempengaruhi secara langsung penentuan persyaratan SDM yang dibutuhkan dan ketersediaannya di masa mendatang.
B.     Persyaratan SDM di masa mendatang Penentuan persyaratan SDM yang dibutuhkan dimasa mendatang selain dipengaruhi oleh faktor eksternal, juga ditentukan oleh:
ü  Organisasi dan Rancangan Pekerjaan.
ü   Perencanaan dan Anggaran.
ü  Kebijaksanaan Manajemen dan Filosofi Organisasi.
ü  Sistem dan Teknologi dalam Organisasi.
ü  Tujuan dan Rencana Organisasi. Persyaratan SDM yang dibutuhkan di masa mendatang berpengaruh langsung pada prakiraan kebutuhan (jumlah dan jenis) SDM di masa mendatang.
C.     Ketersediaan SDM di masa mendatang yang dapat diprediksi melalui:
ü  Inventarisasi bakat yang ada saat ini.
ü  Prakiraan pengurangan pegawai.
ü  Prakiraan perpindahan dan pengembangan.
ü  Pengaruh pasca program SDM. Sebagaimana halnya persyaratan SDM di masa mendatang, prakiraan ketersediaan SDM juga berpengaruh langsung pada prakiraan kebutuhan SDM.
D.    Prakiraan kebutuhan SDM.
Dari faktor-­faktor di atas, kebutuhan SDM di masa mendatang dapat di prediksi. Yang perlu di ingat dalam melaksanakan prakiraan kebutuhan SDM adalah, kebutuhan tersebut harus dibedakan: Apakah kebutuhan tersebut bersifat segera atau untuk waktu yang cukup lama. Di samping itu juga perlu dipertimbangkan tingkat upah eksternal, ada tidaknya penurunan jumlah pegawai atau realokasi pegawai, perbaikan dan pengembangan pegawai.
Analisis Persediaan Sumber Daya Manusia.
Internal
Setelah departemen sumber daya manusia membuat proyeksi kebutuhan sumber daya manusia di masa depan, langkah berikutnya adalah menganalisis sumber daya manusia yang tersedia. Analisis sumber daya manusia memproyeksikan suplai sumber daya manusia yang tersedia saat ini ke masa depan untuk memprediksi suplai sumber daya manusia yang akan tersedia selama periode yang direncanakan. Suplai internal berasal dari karyawan yang ada sekarang yang dapat dipromosikan, ditransfer, atau diberhentikan guna memenuhi kebutuhan yang telah diantisipasi sebelumnya.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan.
Meskipun suplai sumber daya manusia tampaknya lebih mudah ditentukan daripada kebutuhan yang diproyeksikan, ada pula beberapa kerumitan dalam keputusan seperti ini. Ketika memproyeksikan sumber daya manusia di masa depan, factor berikut biasanya dipertimbangkan:
ü  Ketidakhadiran (Absenteeism), Ketidakhadiran adalah kondisi yang terjadi karena seseorang tidak bisa hadir bekerja ketika jadwalnya untuk bekerja. Ketidakhadiran tentu saja akan mengurangi jumlah orang yang tersedia untuk melaksanakan pekerjaan. Umumnya, semakin banyak karyawan yang tidak hadir, kian banyak orang yang harus dikaryakan. Ketidakhadiran karyawan yang berlebihan dapat menghancurkan produktivitas dan keuntungan perusahaan secara signifikan, serta memancing berbagai masalah bagi penyelia dan karyawan yang menggantikannya.
ü  Putaran Karyawan (labour turn over), Putaran karyawan merupakan tingkat perpindahan melewati batas keanggotaan dari sebuah organisasi. Putaran karyawan, sebagaimana ketidakhadiran, akan menambah jumlah orang yang dibuthkan. Putaran karyawan menyita perhatian manajemen perusahaan karena mengganggu aktivitas usaha, menimbulkan masalah moral kerja para karyawan yang tinggal dan melambungkan berbagai biaya rekrutmen, wawancara, tes, pengecekan referensi, biaya administrasi pemrosesan karyawan baru, tunjungan, orientasi serta biaya peluang yang hilang karena harus mempelajari keahlian baru.
ü  Persediaan Sumber Daya Manusia Saat Ini, Catatan personalia haruslah diringkas dengan catatan yang sistematik supaya bisa menunjukan tenaga yang tersedia di berbagai pekerjaan dan unit di dalam organisasi.
ü  Tingkat Produktivitas, Proyeksi kebutuhan sumber daya manusia di masa depan sering dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya.ada juga kendala kerena kemajuan teknologi. Dikarenakan teknologi telah mengangkat tingkat produktivitas tenaga kerja, jumlah orang yang dibutuhkan per unit keluaran akan merosot.
ü  Perpindahan Diantara Pekerjaan-Pekerjaan, Beberapa pekerjaan merupakan sumber personalia bagi pekerjaan lain. Untuk menentukan tingkat perpindahan, catatan masa lalu perlu dicermati guna mengetahui hal-hal berikut:
                                i.            Tingkat normal manajer cabang yang akan berhenti.
                              ii.            Tingkat normal manajer seksi yang akan berhenti.
                            iii.            Tingkat normal promosi dari manajer seksi ke manajer cabang.
                            iv.            Tingkat normal penurunan pangkat (demosi) dari manajer cabang ke manajer seksi
Teknik Analisis Suplai Internal Sumber Daya Manusia
Tersedia beberapa teknik untuk menganalisis suplai internal sumber daya manusia. Teknik-teknik yang ada diantaranya adalah:
ü  Persediaan Keahlian (Skill Inventory), Persediaan keahlian merupakan keahlian dan pengetahuan para karyawan, dan umumnya digunakan untuk mengambil keputusan penempatan dan promosi. Setiap organisasi harus mengidentifikasi keahlian-keahlian kritis yang dibutuhkan agar membuatnya efektif dan menyusun persediaan keahlian dari kalangan karyawannya. Informasi tertentu yang disimpan dalam persediaan keahlian bervariasi di seluruh organisasi, dan boleh sajahanya mencakup nama, usia, pendidikan, posisi sekaran, penugasan perudahaan di masa lalu, dan penilaian potensi di masa depan.
Persediaan keahlian merupakan alat yang sangat berguna untuk mempromosikan sumber daya manusia yang lebih baik, pengkaryaan sumber daya manusia yang lebih adil, dan program sumber daya manusia yang lebih akurat. Tetapi untuk mencapai tujuan ini, pemakai harus mengetahui informasi apa yang tertera pada persediaan keahlian, bagaimana mendapatkan akses terhadapnya, dan bagaimana menafsirkannya. Pernyataan yang jelas menyangkut rahasia karyawan dan dampak potensialnya harus dinyatakan secara jernih dalam system semacam itu.
Beberapa masalah khusus yang mungkin menghadang dalam pelaksanaan system persediaan keahlian adalah:
ü  Kedaerahan (provincialis)
Sebelum munculnya system sumber daya manusia berbantuan computer, banyak seleksi yang dibuat hanya berdasarkan pada orang-orang yang diketahui manajer saja. Beberapa manajer masih ingin bekerja dengan cara semacam ini dan merasa tidak memerlukan bantuan alat manajemen tersebut. Kadangkala banyak manajer yang terkejut ketika menjumpai kenyataan bahwa persediaan keahlian membantu mereka menemukan calon yang memenuhi syarat yang tidak mereka sadari sebelumnya.
ü  Data Manajerial
Persediaan keahlian jauh lebih baik dalam menyajikan kekhususan dalam bidang teknik dan pendidikan daripada menemukan dan mengevaluasi kemampuan manajerial. Sebagian masalah ini kerena pekerjaan manajer lebih sukar digambarkan dan kinerjanya lebih sulit dievaluasi daripada seorang insinyur ataupun akuntan.
ü  Penyalahgunaan system dan tidak adanya pemakaian
Ada dua jenis penyalahgunaan: Manajer mengajukan permintaan sekedar berdasarkan pada “akan menyenangkan untuk mengetahui”, dan manajer tidak terbiasa dengan system dan cenderung mencari terlalu banyak karakteristik, dan akibatnya menghilangkan kemungkinan menemukan seorang kandidat.
Keunggulan Persediaan Manajemen diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Persediaan manajemen memberikan gambaran tentang situasi penyusunan kepegawaian sebuah organisasi.
b)      Manajer yang siap dipromosikan akan lebih mudah ditentukan.
c)      Dapat menunjukan karyawan yang tidak bekerja secara memuaskan, dan kebutuhan penggantian.
d)     Karyawan yang mendekati usia pension dapat diidentifikasi, dan persiapan dapat dibuat untuk pengganti mereka.
e)      Memmudahkan transfer karyawan, tidak hanya memperkuat departemen yang lemah tetapi juga memperluas pengalaman karyawan.
f)       Manajer dapat menunda jalur karir bawahan dan menghubungkannya dengan kesempatan kepegawaian di dalam organisasi.
ü  Bagan penggantian (replacement chart)
Bagan penggantian mendaftar individu-individu yang dapat berpindah ke peran pekerjaan kunci di dalam organisasi. Bagan penggantian adalah representasi visual tentang siapa menggantikan siapa manakala terdapat lowongan jabatan. Bagan ini mendaftar karyawan-karyawan yang tersedia untuk promosi atau transfer, serta peran kerja setiap karyawaan saat ini, tingkat kesiapan, keahlian, dan kesediaan untuk pindah. Bagan penggantian membantu perencana untuk memprediksi perpindahan diantara peran-peran kerja dengan mengidentifikasi calon yang paling siap.
Bagan penggantian memberikan referensi yang segera. Bagan penggantian memaparkan kepada manajer sajian yang jelas dari situasi kepegawaian saat ini di dalam sebuah unit atau organisasi. Selain kemampuannya memprediksi permintaan dan penawaran sumber daya manusia atas dasar kasus per kasus, bagan ini juga membuka wawasan ke dalam pengembangan karir uang dibutuhkan bagi individu maupun kelompok karyawan. Bagan ini dapat menyediakan informasi sistematik, lengkap, dan berfaedah bagi keputusan kepegawaian. Semakin manajer menggunakan indeks yang obyektif untuk kinerja dan kemampuan promosi dalam membuat bagan penggantian, semakin akurat kesimpulan yang dapat ditarik dari bagan tersebut. Frekuensi pemutakhiran data penting untuk kegunaan bagan penggantian.
Kelemahan yang melekat pada bagan penggantian meliputi:
a)      Hanya sedikit pertimbangan pada persyaratan posisi yang sebenarnya, atau pada kemungkinan perubahan pekerjaan yang akan terjadi manakala pemegang jabatan sukses.
b)      Identifikasi cadangan atau kandidat pengganti sangat subyektif, bertumpu pada pengetahuan pribadi atas calon yang dinominasikan.
c)      Perencanaan berorientasi terpisah-pisah dan sangat vertical.
d)     Individu sangat jarang member masukan apapun perihal penilaian dan minat karirnya.
e)      Bagan penggantian jarang membrikan hasil dalam perpindahan yang direncanakan atau dalam aktivitas pengembangan lainnya, proses sering statis, tidak lebih dari pembuatan kertas kerja tahunan belaka.
Eksternal
Tidak setiap lowongan di masa depan diisi oleh karyawan-karyawan yang ada sekarang. Beberapa ppekerjaan kekurangan penggantian untuk mengisi lowongan manakala hal itu terjadi. Pekerjaan lainnya adalah entry-level, yakni merupakan pekerjaan awal yang diisi dengan orang-orang yang tidak bekerja saat ini dan karyawan perusahaan lain. Tanpa adanya kandidat internal, kebutuhan eksternal sumber daya manusia akan mencuat.
Pertumbuhan perusahaan dan efektivitas departemen sumber daya manusia sangat menentukan kebutuhan akan pengisian ke dalam orang-orang dari luar perusahaan. Pertumbuhan biasanya menyebabkan lowongan entry level, terutama jikalau perusahaan mempromosikan dari dalam untuk mengisi lowongan kerja yang ada. Jumlah lowongan yang bukan entry level juga tergantung pada seberapa baik manajer dan departemen sumber daya manusia membantu kalangan karyawan dalam mengembangkan kapabilitas mereka. Sekiranya karyawan tidak dipacu untuk memperluas kapabilitas mereka, mereka mungkin tidak akan siap mengisi lowongan di masa yang akan dating. Kekurangan pengganti yang dapat dipromosikan menciptakan kekosongan pekerjaan yang harus diisi secara eksternal.
Beban kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :  Beban kerja standar adalah perhitungan waktu kerja secara efektif kali volume/frekuensi yang ditargetkan dalam satu periode dan  Beban kerja real adalah beban kerja standar yaitu perhitungan waktu kerja secara efektif kali volume/frekuensi yang ditargetkan dalam satu periode. Adapun manfaat dari analisis beban kerja, yang dapat digunakan organisasi antara lain :
1.      Untuk menghitung load pekerjaan seseorang dalam satu periode waktu tertentu.
2.      Untuk menghitung kebutuhan jumlah tenaga kerja dalam suatu proses atau departemen.
3.      Untuk proses pengajuan penambahan/pengurangan tenaga kerja.
4.      Sebagai sarana pendukung untuk pengajuan kenaikan gaji/intensif.
5.      Sebagai alat evaluasi aplikasi teknologi yang dapat mengurangi beban kerja.
Berbicara tentang beban kerja, tentu tidak terlepas dengan standar kerja, karena Standar kerja (labor standars) adalah jumlah waktu yang harus digunakan untuk melaksankan kegiatan tertentu dibawah kondisi kerja normal. Dengan pengukuran kerja maka organisasi dapat melakukan evaluasi pelaksanaan kerja karyawan, merencanakan kebutuhan tenaga kerja, menentukan tingkat kapasitas, menentukan harga atau biaya suatu produk, memperbandingkan metoda-metoda kerja, memudahkan scheduling operasi-operasi bahkan dapat dijadikan dasar untuk menentapkan upah insentif. Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan standar kerja, namun yang paling populer dan mudah diterapkan adalah metode studi waktu (time study), dengan menggunakan studi waktu, seorang analis mengambil suatu sampel kecil dari satu kegiatan karyawan dan menggunakannya untuk menentukan suatu  standar bagi organisasi keseluruhan.
Untuk menyelidiki pekerjaan dalam sehari secara benar, F.W. Taylor menentukan waktu suatu jabatan dengan mempergunakan stopwatch, ia berpendapat bahwa penyelidikan waktu secara menyeluruh adalah tidak memuaskan dan bahwa adalah lebih baik menentukan waktu bagian-bagian dari masing-masing jabatan. Ini merupakan permulaan dari suatu teknik yang banyak disempurnakan sejak jaman F.W. Taylor yang disebut dengan Penyelidikan Waktu menurut Unsur-Unsurnya (Elemental Time Study). Jabatan diuraikan kedalam unsur-unsurnya yang pokok atau kedalam gerak-geraknya yang penting. yang diperlukan untuk melaksanakan jabatan tersebut. Penguraian demikian menunjukkan urutan atau rangkaian dari pelaksanaan-pelaksanaan yang berulang. yang terjadi pada tiap jabatan, yang disebut dengan lingkaran-lingkaran (Cycles). Perhitungan gabungan unsur-unsur dalam suatu lingkaran dan pengukuran waktu lingkaran yang teliti akan menghasilkan waktu produksi yang diperlukan.
Waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi disebut Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time). Penyelidikan waktu secara keseluruhan akan mengabaikan pentingnya Noncycfical Time ini dan membolehkan penghapusan Noncyclical Time yang tidak penting. Oleh karena itu hanya waktu minimum yang penting yang dibolehkan untuk ditambahkan pada pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti meminyaki dan menunggu bahan-bahan. Waktu-waktu Noncyclical Time disebut Allowances (waktu-waktu yang diperbolehkan untuk ditambahkan) dihitung sebagai prosentase dari waktu lingkaran (Cycle Time). Lagi pula Allowances diperlukan untuk Kelelahan dan Kebutuhan Pribadi. Jumlah keseluruhan Waktu Lingkaran dan Allowances menunjukkan seluruh waktu per kesatuan yang diperlukan untuk produksi. Melalui pengukuran waktu secara teliti yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas, Taylor mengharapkan dapat mengurangi biaya dan mengakhiri pertentangan-perlentangan mengenai beban kerja yang sebenarnya.
Apabila waktu suatu jabatan telah ditentukan. maka Taylor beranggapan bahwa pekerjaan sehari yang benar (penuh) telah ditentukan secara ilmiah. Penyelidikan waktu dipergunakan untuk menghapuskan semua perdebatan tentang standar pelaksanaan pekerjaan. Metode ilmiah ini gunanya untuk memberikan standar yang relatif tidak dapat disangkal. Adapun prosedur dalam penggunaan studi waktu adalah :
1. Menentukan jumlah siklus
              Z2 [n’  x2 - (  x)2 ]
      N = ------------------------------
                   H2 (  x )2
Dimana :
ῃ’ = besarnya sampel pendahuluan
x  = waktu-waktu yang dicatat stopwatch
h  = setengah interval ketelitian
z  = deviasi standar normal untuk tingkat kepercayaan yang diinginkan
2. Perhitungan waktu siklus rata-rata (CT) / waktu terpilih
               ∑ waktu
      CT = -------------
                ῃ siklus
3. Perhitungan waktu normal.
Untuk membuat waktu terpilih dapat diterapkan untuk semua karyawan, suatu ukuran kecepatan/rating factor (RF) harus dimasukkan untuk menormalkan pekerjaan. Aplikasi RF tertentu pada waktu terpilih disebut waktu normal. Bila karyawan yang diteliti bekerja lebih cepat daripada karyawan rata-rata, maka bentuk persamaannya adalah :
                                                NT = CT (RF)
Bila karyawan diteliti untuk suatu periode waktu dan memproduksi sejumlah unit produk selama waktu itu, maka bentuk persamaan normal
menjadi :
                                                Waktu bekerja
                                    NT = ----------------------------------- X RF
                                                Jumlah unit yang diproduksi
4. Penghitungan waktu standar
Diperoleh melalui penambahan waktu normal dengan cadangan-cadangan untuk kebutuhan pribadi.
                   ST = NT ( 1 + waktu cadangan )
Dari waktu standar yang telah ditetapkan organisasi maka dapat menjadi dasar untuk menghitung beban kerja karyawan baik secara individu maupun divisi/kelompok. Sedangkan alat bantu yang dapat digunakan untuk pengukuran beban kerja antara lain.
a.       Bagan Proses Aliran (Mapping Process Chart), Bagan ini menggambarkan urutan operasi, baik gerakan pekerja maupun aliran material. Bagan ini bermanfaat dalam memperlihatkan bagian proses yang tidak produktif, seperti penundaan (delay), penyimpanan sementara,  dan untuk mengetahui panjang pendeknya jarak yang ditempuh. Analis harus menguji apakah penundaan dapat dihindarkan, apakah penyimpanan sementara memang perlu, atau seberapa sering terjadi pemindahan/transportasi itu bisa diminimalkan. Pengurangan atau peniadaan waktu tunda, penyimpanan sementara, maupun tranportasi akan mengurangi waktu proses total.
b.      Bagan Pekerja-mesin (Worker-machine Chart), Bagan ini menggambarkan suatu siklus kerja dimana pekerjaan dan mesin sibuk atau menganggur. Analis dapat dengan mudah mengetahui kapan pekerja dan mesin bekerja secara bersamaan atau bekerja secara sendiri-sendiri (independen). Salah satu dari kegunaan dari bagan ini untuk mengetahui berapa mesin/peralatan yang dapat ditangani oleh seorang pekerja, atau sebaliknya. Bagan ini sering disebut juga dengan bagan multiaktivitas.
c.       Bagan Proses-kelompok (Gang-process Chart), Bagan proses kelompok merupakan jenis lain dari bagan multiaktivitas, yang menggambarkan kesibukan beberapa pekerja dan mesin yang bekerja bersama-sama dalam suatu kelompok. Bagan ini bermanfaat untuk mengkoordinasikan kegiatan sekelompok pekerja dan untuk mengetahui tingkat kesibukan dari masing-masing pekerja. Dengan menggunakan bagan proses-kelompok dapat diketahui pekerja mana yang memiliki waktu kosong cukup besar, yang jika mungkin, dilakukan pengaturan pekerja yang banyak memiliki waktu kosong membantu pekerja yang waktunya padat, sehingga secara keseluruhan waktu proses bisa diminimalkan, atau diperoleh keseimbangan beban kerja yang lebih merata diantara para pekerja dalam kelompok tersebut, sehingga secara formula, menghitung beban kerja adalah :
Beban Kerja = Σ Waktu Pengerjaan X Frekuensi ( Volume ).
dimana :
Σ waktu mengerjakan : lama waktu yang digunakan untuk mengerjakan.
Frekuensi/volume : jumlah siklus pekerjaan yang harus dilakukan.
Sedangkan untuk menentukan Jumlah Kebutuhan Pegawai di Unit adalah
Total Beban Kerja Unit dalam 1 tahun
Jam Kerja efektif Per Orang Per Tahun
dimana :
 Total Beban Kerja Unit dalam 1 tahun = Penjumlahan beban kerja individu di Unit
 Jam Kerja Efektif dalam 1 tahun:
Jam kerja efektif 1 hari           = 7 jam
Jam kerja efektif 1 tahun        = 235 hari
Jadi jam kerja efektif              = 7 X 235 hari
= 1645 jam
Analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas, sedangkan standar kerja (labor standars) adalah jumlah waktu yang harus digunakan untuk melaksanakan kegiatan tertentu dibawah kondisi kerja normal. Dengan pengukuran kerja maka organisasi dapat melakukan evaluasi pelaksanaan kerja karyawan, merencanakan kebutuhan tenaga kerja, menentukan tingkat kapasitas, menentukan harga atau biaya suatu produk, memperbandingkan metoda-metoda kerja, memudahkan scheduling operasi-operasi bahkan dapat dijadikan dasar untuk menetapkan upah insentif.
Analisis tenaga kerja (work force analisis)
                WFA adalah suatu proses penentuan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk dapat mempertahankan kontinyuitas kegiatan perusahaan secara normal sehingga selain junlah tenaga kerja yang telah ditentukan dengan analisis beban kerja, harus diperhitungkan absensi dan perputaran tenaga kerja.
                WFA = WLA + % absensi (WLA) + % LTO (WLA)
Lanjutan ….
                Misal dari contoh 1 di atas, untuk tingkat ketidakhadiran tenaga kerja ditentukan 10%, dan perputaran tenaga kerja (LTO) ditentukan 4%, maka jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah : 45 orang + 10%(45orang)+ 4%(45 orang)= 51,3 orang, dibulatkan ke atas menjadi 52 orang.
d. Menghitung tingkat absensi.
                                                hari kerja yang hilang
                Tingkat absensi =------------------------------------ x 100%
                                                hari kerja yang seharusnya
e. Tingkat perputaran SDM (Labour turn oven)
                Menurut Barry Cushway (1994:31),
                     Jumlah tenaga kerja yang keluar    
      LTO = ----------------------------------------------------------- x 100%
                Rata-rata tenaga kerja pada periode tersebut



STUDI KASUS
PANGKALAN KERINCI, JurnalRiau,Com- Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji.Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah Ke PT Indah Kiat.

Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT RAPP diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung terealisasi.

Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.

Beberapa Top Management PT RAPP seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, Sabtu (10/4) tempat beberapa karyawan PT RAPP akan melakukan interview dengan PT. Indah Kiat.

Dari pantauan sendiri di lokasi kejadian, memang beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan

PT. RAPP membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel.
"Jujur saja, kami ketakutan pak, soalnya management membawa security satu truk dan preman untuk menjegal kami agar tak jadi diinterview," pungkas salah satu karyawan yang enggan disebut identitasnya.

Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT.RAPP Wan Zak kepada JurnalRiau, Minggu petang (11/04/2010) mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak segampang itu.

Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD Riaupulp, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis, "Selama ini karyawan kita telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek, yang cukup handal, kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat..," ucap Wan Zak.
Sementara Humas Relation PT. Indah Kiat, Nurul Huda ketika dihubungi via ponselnya Minggu petang (11/04/10) mengaku belum mengetahui hal itu. Karena yang menghandel masalah adalah HRD.























Henry Simamora. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III. Bagian Penerbitan STIE YKPN. Jakarta
Sondang P. Siagian. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta
Perencanaan SDM. Jakarta, Usahawan, 7(29):3-8 Riva’i, Veithzal, 2004, Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan : dari teori ke praktek, Jakarta.
Dr. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar